Bisnis

Alasan Orang Indonesia Pilih Berobat ke Malaysia

 

Berobat ke Malaysia alah pilihan terbaik untuk menjamin kesehatan anda. Negara ini dinyatakan pula oleh International Medical Travel Journal sebagai tujuan utama di benua Asia yang cepat berkembang dalam urusan wisata medis.

Dilansir dari laman I Money Malaysia, menurut keterangan dari Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC), negara itu menerima 641 ribu orang pasien asing pada tahun 2011, 728,800 orang pasien pada tahun 2012, 881 ribu orang pasien pada tahun 2013, dan 882 ribu orang pasien pada tahun 2014.

Pada 2014, diungkapkan Kementerian Kesehatan setempat, Malaysia sukses menarik 850 ribu orang pasien dengan penghasilan $ 230 juta. Dilaporkan New Straits Times, kini nyaris setiap tahunnya Malaysia menerima lebih dari 921,500 pasien luar negeri.

Sebagian besar pasien luar negeri yang berobat ke Malaysia berasal dari negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Sebut saja Indonesia, Singapura, Vietnam, India, Jepang, Bangladesh, Pakistan, Timur Tengah, Australia, sampai negara-negara di Eropa. Kurang lebih 80 persen pasien luar negeri yang berobat ke Malaysia berasal dari Indonesia telah menguras USD 150 juta untuk ongkos pengobatan.

Malaysia dipilih lantaran menawarkan ongkos pengobatan atau perawatan medis yang ingin lebih murah bilamana dibandingkan dengan negara-negara lain. Di samping itu, kesamaan dari segi sosial-kebudayaan dan kedekatan secara geografis pun menjadi hal pendorong negara-negara tetangga memilih Malaysia sebagai negara destinasi untuk berobat. Penggunaan bahasa Inggris yang lebih tidak sedikit dalam sehari-hari turut memengaruhi dalil pasien asing, terutama Indonesia, memilih Negeri Jiran guna berobat atau mengerjakan perawatan medis tertentu.

Malaysia sendiri menemukan penghargaan sebagai tujuan negara wisata medis terbaik pada 2016 oleh International Medical Travel Journal (IMTJ). Malaysia pun masuk dalam di antara dari lima peringkat teratas untuk tujuan negara wisata medis menurut keterangan dari media The Huffington Post. Pencapaian itu tentunya tak terlepas dari peran pemerintah setempat yang memberi sokongan penuh.

Mengapa orang Indonesia memilih berobat ke Malaysia?
1. Biaya berobat yang lumayan terjangkau
Alasan utama tidak sedikit pasien luar negeri, terutama Indonesia, memilih berobat atau mengerjakan wisata medis di Malaysia ialah biayanya yang lumayan masuk akal. Malaysia memiliki ongkos yang jauh lebih murah dikomparasikan dengan negara-negara lain, khususnya di Inggris dan Amerika Serikat, bahkan tergolong negara tetangga, laksana Singapura. Di mana mengerjakan pengobatan atau layanan perawatan medis di Malaysia dapat dibilang relatif lebih oleng 30-50 persen dikomparasikan di Singapura. Hal ini berlaku untuk pasien lokal dan pasien yang berasal dari luar negeri.

Pemerintah setempat menetapkan ongkos standar baik di lokasi tinggal sakit kepunyaan pemerintah dan swasta untuk masing-masing jenis penyakit. Misalnya, ongkos pengobatan guna cedera Anterior Cruciatum Ligamen (ACL), tergolong konsultasi awal, MRI, perbuatan operasi, anestesi, dan ruang rawat inap, melulu memakan ongkos sekitar USD 2 ribu atau senilai Rp 27,5 jutaan. Sementara, untuk formalitas yang sama di Amerika Serikat barangkali akan menelan ongkos sekitar USD 18 ribu atau setara dengan Rp 247 jutaan.

Kemudian, ongkos prosedur penurunan berat badan di Amerika Serikat dapat menghabiskan ongkos hingga USD 30, ribu atau Rp 432 jutaan, di Malaysia sendiri melulu memakan ongkos sekitar USD 9 ribu atau Rp 129 jutaan. Biaya formalitas tersebut 60 persen lebih murah dikomparasikan di Australia. Sementara, ongkos program bayi tabung di Malaysia selama 65-80 persen lebih murah dikomparasikan di Amerika Serikat, Thailand, Singapura, dan Korea Selatan.

Di samping itu, pasien asing tidak hanya dapat menikmati penyembuhan atau perawatan medis dengan ongkos yang lebih rendah. Untuk ongkos hidup sekitar di Malaysia juga juga lumayan terjangkau, laksana akomodasi, makanan, sampai transportasi.

2. Sistem pelayanan kesehatan yang didukung pemerintah
Wisata medis unik perhatian pemerintah Malaysia guna memaksimalkan penghasilan ekonomi di bidang layanan kesehatan dan industri pariwisata. National Committee for the Promotion of Health Tourism (NCPHT), misalnya, didirikan oleh Kementerian Kesehatan setempat pada Januari 1998. Sejak ketika itu, sejumlah lokasi tinggal sakit swasta dan sejumlah rumah sakit kepunyaan pemerintah (Institut Jantung Negara) yang bertempat di Penang, Melaka, Selangor, Sarawak, dân Johor berkolaborasi dengan pemerintah setempat, asosiasi lokasi tinggal sakit swasta, dẫn Kementerian Kesehatan Malaysia guna mempromosikan wisata medis.

Meningkatnya popularitas industri wisata medis di Malaysia pun membuat Kementerian Kesehatan Malaysia menyusun Malaysian Healthcare Travel Council (MHTC) pada 2009. MHTC bertujuan menolong mempromosikan dan mengoordinasikan pariwisata medis dan kesehatan di Malaysia.

3. Kualitas lokasi tinggal sakit, dokter, dan tenaga medis
Pelayanan kesehatan yang berbobot | berbobot | berkualitas juga menjadi dalil penting semua pasien luar negeri memilih berobat atau mengerjakan perawatan medis ke Malaysia. Kualitas dokter, berpengalaman bedah, dan staf medis lainnya di Malaysia, tidak bertolak belakang antara lokasi tinggal sakit umum dan swasta. Tenaga medis profesional di Malaysia telah diajar dan dididik dalam sebanyak pelatihan perawatan kesehatan terbaik sampai-sampai tidak kalah dengan lokasi tinggal sakit di Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan lainnya.

Para dokter di Malaysia mayoritas memiliki kemahiran dalam bidang penyembuhan kanker, sistem reproduksi, kardiovaskular, dan formalitas transplantasi organ. Mereka pun lumayan fasih dalam berbahasa Inggris sehingga mempermudah komunikasi yang terjalin antara pasien dan dokter serta tenaga medis lainnya.

Sejumlah lokasi tinggal sakit di Malaysia pun memberikan pelayanan yang nyaman. Mulai dari keramahan petugas dalam proses administrasi, berkonsultasi dengan dokter, fasilitas selama pasien mendapat pengobatan, sampai kelebihan kemudahan yang ditawarkan oleh lokasi tinggal sakit. Para pasien luar negeri juga merasa diuntungkan dengan layanan kesehatan lengkap, laksana diagnosis sampai prosedur perawatan untuk seluruh jenis spesialisasi penyakit.

4. Memiliki perlengkapan teknologi medis yang mutakhir
Sebelum merdeka, sistem kesehatan di Malaysia konsentrasi terhadap penyembuhan tradisional. Namun, pada mula masa penjajahan, Malaysia mulai diluncurkan dengan industri pengobatan canggih yang berasal dari negara Barat. Setelah kebebasan pada Agustus 1957, penjajah Inggris mulai membuat kepandaian baru guna sistem kesehatan. Kini, Malaysia mulai mengerjakan investasi dalam menegakkan perusahaan layanan kesehatan yang standarnya setara dengan negara-negara maju, laksana Inggris, Australia, Irlandia, dan lain-lain.

5. Kemudahan komunikasi antara dokter dan pasien
Terkait pemakaian bahasa, pasien luar negeri tak perlu cemas lantaran semua tenaga medis di sejumlah lokasi tinggal sakit di Malaysia telah lancar berbahasa Inggris. Beberapa lokasi tinggal sakit di Penang, misalnya, sudah mempunyai penerjemah bahasa guna 22 bahasa dunia yang berbeda. Di samping bahasa Inggris, mereka menyerahkan layanan penerjemah guna bahasa Belanda, Norwegia, Swedia, dan Rusia.

6. Memberikan layanan kesehatan dengan segera
Di lokasi tinggal sakit di Malaysia, Anda dapat mendapatkan penyembuhan atau perawatan medis tanpa mesti menghadapi antrean pasien yang lumayan panjang. Sistem pencatatan pasien yang tepat guna dan lumayan terorganisir menolong dalam meminimalisir antrean pasien.

Saat pasien datang, ia bakal langsung masuk ruang rawat inap, lantas prosedur tes dan pengecekan medis juga akan dilaksanakan dengan segera. Pemberian resep dan obat-obatan untuk pasien dilaksanakan sesegera barangkali sehingga pasien dapat menciptakan keputusan guna kembali ke negara asal atau memilih mencairkan penyakit đi Malaysia.

Di samping itu, sejumlah lokasi tinggal sakit di Malaysia mengkhususkan desain yang estetik dan ruangan yang nyaman sehingga menciptakan para pasien menjadi lebih relaks. Di mana urusan itu jarang ditemukan di lokasi tinggal sakit di distrik Eropa. Beberapa lokasi tinggal sakit menawarkan layanan penjemputan pasien dan family di bandara sampai-sampai mereka tak bakal merasa asing ketika menginjakkan kaki di Malaysia.

7. Adanya kemudahan untuk pemulihan kesehatan
Bagi semua pasien yang telah pulih pasca operasi, sejumlah pusat medis di Malaysia menawarkan sekian banyak fasilitas pasca perawatan. Pasien dapat bersantai di kamar lokasi tinggal sakit, di mana semua tenaga medis dapat terus mengawasi perkembangan kesehatan sang pasien.

8. Lingkungan yang ramah
Lingkungan dan orang-orang Malaysia yang ramah pun menjadi pertimbangan semua pasien asing mengerjakan pengobatan dan perawatan medis. Ini pula yang memisahkan Malaysia dengan tujuan negara wisata medis lainnya di Asia, bahkan negara-negara maju lainnya.

Apalagi Malaysia terus mengerjakan peningkatan layanan, laksana kenyamanan untuk pasien muslim, yang dikenal dengan istilah pariwisata medis halal, tergolong menyediakan kemudahan ibadah dan pemberian makanan dan obat-obatan yang halal. Daya tarik wisata kesehatan Malaysia ini yang membawanya memenangkan Medical Travel Destination of The Year 2015 di International Medical Travel Journal (IMTJ) Medical Travel Awards 2015.

9. Obyek wisata menarik
Malaysia menawarkan sebanyak objek wisata menarik untuk wisatawan. Jadi, bilamana Anda atau sanak saudara tengah berobat atau mengerjakan perawatan medis, dapat meluangkan waktu guna menjelajahi sekian banyak obyek wisata yang ada.

10. Akses yang gampang dijangkau
Malaysia ialah negara dengan akses perjalanan yang paling gampang dijangkau. Terutama untuk negara-negara di Asia atau yang terdekat sekali pun, laksana Indonesia. Bahkan, formalitas perjalanan mengarah ke Malaysia pun termasuk mudah dikomparasikan dengan negara-negara lainnya di Asia.

Pemerintah Malaysia menawarkan visa tiga bulan untuk mempermudah para pasien asing yang hendak berobat atau mengerjakan perawatan medis di Malaysia. Kemudian, ketika tiba di Malaysia, pasien dan family tak butuh khawatir sebab dari satu lokasi ke lokasi lain bisa terhubung dengan moda transportasi umum dan pribadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *