5 Manfaat Zakat yang Perlu Kamu Tahu

Gak terasa ya, sebentar lagi Lebaran tiba. Nah, menjelang Lebaran umat Islam wajib menunaikan zakat fitrah. Zakat fitrah dikeluarkan satu tahun sekali yaitu ketika bulan Ramadan. Batas masa-masa pembayaran zakat fitrah yaitu sampai pagi hari sebelum salat Idul Fitri. Apa saja guna zakat?

Untuk zakat fitrah, umat Islam menunaikan dalam format makanan pokok. Mengingat makanan pokok di Indonesia ialah beras, maka masing-masing orang wajib menunaikan zakat fitrah berupa 3,5 liter atau 2,5 kg beras atau dalam format uang yang nilainya sama.

Dari segi istilah, zakat ialah ukuran harta tertentu yang mesti dikeluarkan untuk orang yang memerlukan atau yang berhak menerima dengan sejumlah syarat cocok dengan syariat Islam. Secara umum, zakat terdapat dua jenis yakni zakat fitrah dan zakat maal. Tiap jenis bertolak belakang sistem dan peruntukannya, namun tujuannya sama yaitu guna mensejahterakan umat.

Zakat di samping mempunyai manfaat untuk yang menerima (mustahiq), tetapi pun bermanfaat untuk yang menyerahkan zakat (muzaki). Apa saja? Cek ulasan sebagai berikut seperti dikutip situs sikapiuangmu.ojk.go.id:

 

  1. Membersihkan harta dan jiwa

Pada harta yang anda miliki, sejatinya ada hak-hak orang beda di dalamnya. Dengan menerbitkan sebagian harta yang anda miliki guna kaum yang berhak, tentunya bakal mensucikan harta kita. Setelah membayar zakat, perasaan seseorang pun akan lebih lega dan hati lebih tenang sebab salah satu keharusan sudah dilaksanakan.

 

  1. Sebagai sarana pengendalian diri

Zakat akan menolong kita guna mengekang kemauan dan kerinduan pada harta. Zakat pun dapat menciptakan kita mengintrospeksi dan mengendalikan diri serta membudayakan diri guna mensyukuri nikmat dari Allah.

Jadi, ketimbang memakai uang untuk keperluan konsumtif, bakal lebih baik kalau dipakai untuk kebaikan. Dengan membayar zakat, di samping mendapatkan pahala pun hati jadi lebih tenang.

 

  1. Mengelola uang

Dengan membayar zakat, anda akan terbiasa menata keuangan. Karena anda akan menghitung perkiraan keuangan yang dibutuhkan. Dengan begitu, bakal membuat saya dan anda selalu menyisihkan duit di awal. Kita pun akan lebih arif dalam memakai harta yang dimiliki.

 

  1. Mengurangi pajak penghasilan

Berdasarkan keterangan dari Undang-Undang Nomor 23 tahun 2011 mengenai Pengelolaan Zakat, zakat dapat mengurangi Pendapatan Kena Pajak (PKP). Karena zakat sendiri adalahbukan tergolong objek pajak, sehingga menunaikan zakat dapat mengurangi PKP.

Latar belakang dari pengurangan ini diterangkan dalam keterangan Pasal 14 ayat (3) UU 38/1999 bahwa pengurangan zakat dari laba/pendapatan saldo kena pajak ialah dimaksudkan supaya wajib pajak tidak terpapar beban ganda, yakni keharusan membayar zakat dan pajak. Ketentuan ini masih ditata dalam UU yang teranyar yakni dalam Pasal 22 UU 23/2011:

“Zakat yang dibayarkan oleh muzaki untuk BAZNAS atau LAZ dikurangkan dari pendapatan kena pajak.”

Mekanisme zakat sebagai pengurang pajak dapat dimulai dengan teknik mencantumkan jumlah zakat yang dibayarkan pada kolom di bawah pendapatan bruto. Lampirkan pula bukti penyetoran zakat, baik tersebut dari BAZNAS tingkat nasional, provinsi, kota atau kabupaten, maupun dari LAZ yang terintegrasi dengan laporan SPT muzaki.

Bagi orang yang menunaikan zakat dan pajak dengan teknik dipotong oleh instansi atau perusahaan lokasinya bekerja, maka zakatnya dimasukkan pada pengurangan pendapatan bruto.

Meskipun regulasi ini telah diberlakukan semenjak tahun 2001 silam, masih tidak sedikit masyarakat yang belum memanfaatkan kemudahan pengurangan jumlah pajak tersebut.

 

  1. Sarana pemerataan untuk menjangkau keadilan sosial

Di samping mendapat pahala, dalam Islam diajarkan bahwa salah satu guna zakat ialah memperpendek jurang antara si kaya dan si miskin. Dalam dunia modern, urusan tersebut disebut rasio gini (gini ratio). Rasio gini pun menjadi tolak ukur peradaban ekonomi sebuah negara.

Mengelola zakat dengan menyerahkan sebagian harta yang anda punya untuk orang-orang yang memerlukan dapat menolong pemerintah untuk meminimalisir kemiskinan. Meskipun dengan berzakat secara jasmani seseorang menyerahkan hartanya guna orang lain, namun pada hakikatnya harta tersebut tidak hilang atau berkurang. Harta tersebut akan tumbuh menjadi kebajikan dan rezeki si pemberi pun pun akan meningkat karena keikhlasannya.

Leave a Comment